Breaking

Bengkel Teknologi

Friday, October 17, 2014

Menguji dan Memeriksa Komponen Elektronika


Dalam menguji dan memeriksa komponen elektronika tentunya diperlukan sebuah alat untuk pengerjaannya. Pada umumnya para teknisi ataupun para pecinta elektronika menggunakan AVO meter atau multimeter sebagai bantuan untuk menguji dan memeriksa komponen elektronika. Oleh sebab itu sangat penting menguasai cara penggunaan AVO meter atau multimeter, karena dengan itu dapat memudahkan troubleshooting kerusakan dalam mereperasi atau memperbaiki alat-alat elektronika.

Pada umumnya dalam memeriksa komponen elektronika dengan menggunakan multimeter sebagian besar dilakukan pada skala ohm meter. Hal ini di karenakan ujung-ujung probe pada skala ohm meter akan mngeluarkan arus, sehingga dengan adanya arus dan tegangan pada multimeter ini berfungsi mengaktifkan kinerja dari komponen yang kemudian bisa dilihat kinerja komponen atau data dari sebuah pengujian melalui jarum multimeter


Berikut akan dijelaskan satu persatu cara menguji dan memeriksa komponen elektronika.
·         Menguji Resistor
1.      Putar pada skala ohm meter (pastikan batas ukur lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur).
2.      Lakukan kalibrasi dengan cara short probe positif dan negative lalu putar zero ohm adjustment hingga jarum menunjukan angka nol pada skala ohm.
3.      Hubungkan probe pada masing-masing kaki (bolak balik sama saja)
4.      Kemudian amati jarum pada multimeter.


Kesimpulan Hasil Pengujian
1.  Jika jarum menunjukan angka sesuai dengan nilai pada resistor maka resistor dalam kondisi baik
2.  Jika jarum menunjukan angka lebih besar / kecil diluar batas toleransi maka resistor dalam kondisi setengah rusak / atau molor.
3.  Jika jarum tidak bergerak sama sekali maka resistor putus
4.  Jika jarum menunjuk angka nol maka resistor short (hubung singkat/ tidak memiliki hambatan)

·         Menguji Kondensator
Kondensator terdapat 2 macam jenis, yaitu kondensator polar (elco) dan nonpolar, dimana keduanya memiliki karakteristik masing-masing dalam pengujian baik atau rusaknya kondisi kondensator.
a. Kondensator Elektrolit/Elco
1. Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter (jika nilai kondesator kecil gunakan skala ohm yang besar pada multimeter dan sebaliknya.)
2. Hubungkan probe merah dengan kaki kondensator kutub negatif, probe hitam ke kaki positif kondensator.
3. Amati jarum, apabila bergerak dan kembali ketempat semula
berarti kondensator tersebut masih dalam kondisi baik.
Jika bergerak dan kembali tetapi tidak seperti posisi semula berarti rusak.
Jika  jarum bergerak tapi tidak kembali berarti bocor.
Dan apabila jarum tidak bergerak sama sekali berarti putus.




b. Kondensator Non Polar
      1. Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter x10/x1k
      2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki.
      3. Amati jarum, jika tidak bergerak maka kondensator dalam kondisi baik.
      Jika jarum bergerak berarti rusak.



·         Menguji Dioda

Dioda ini memiliki prinsip dasar sebagai penyarah, jadi hanya bisa meneruskan arus listrik dalam satu arah saja yaitu anoda(+) ke katoda(-). Berikut cara pengujiannya.

1.      Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter x10
2.      Hubungkan probe merah dengan kaki dioda kutub negative (katoda), probe hitam ke kaki positif (anoda). Pastikan jarum bergerak.
3.      Kemudian lakukan sebaliknya, Hubungkan probe merah dengan kaki dioda kutub positif (anoda), probe hitam ke kaki negative (katoda).
Jika jarum tidak bergerak berarti baik.
Jika jarum bergerak berarti rusak.



·         Menguji Transistor.

Pada prinsipnya transistor terbuat dari bahan semikonduktor tipe p dan n yang saling dipertemukan atau dengan kata lain transistor pada dasarnya merupakan dua diode yang dipertemukan sehingga dalam pengujiannya sesuai dengan sifat-sifat pada diode.
Transitor terdapat 2 macam jenis yaitu tipe PNP dan NPN dimana sama-sama memiliki tiga kaki yang bisanya disebut basis, collector, emitor.




Berikut cara pengujian transistor.
a.      Transistor PNP
1.      Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter sebaiknya x10
2.      Hubungkan probe merah pada kaki basis dan probe hitam pada kaki emitor dan collector secara bergantian. Pastikan jarum bergerak.
3.      Lakukan pengujian pada kaki yang lain secara rinci dengan variable yang berbeda dan pastikan jarum tidak bergerak, karena transistor masih dalam kondisi baik jika jarum bergerak hanya pada variable nomor dua dan tidak bergerak pada pengujian kaki atau variable lainnya.
Jika pada pengujian kaki lain selain varabel nomer 2 dan jarum bergerak maka transistor dalam kondisi rusak.




b.      Transistor NPN
1.      Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter sebaiknya x10
2.      Hubungkan probe hitam pada kaki basis dan probe merah pada kaki emitor dan collector secara bergantian. Pastikan jarum bergerak.
3.      Lakukan pengujian pada kaki yang lain secara rinci dengan variable yang berbeda dan pastikan jarum tidak bergerak, karena transistor masih dalam kondisi baik jika jarum bergerak hanya pada variable nomor dua dan tidak bergerak pada pengujian kaki atau variable lainnya.
Jika pada pengujian kaki lain selain variabel nomer 2 dan jarum bergerak maka transistor dalam kondisi rusak.


            

            ·         Menguji Transfomator (Trafo)
                   Pada dasarnya trafo merupakan lilitan yang tediri dari kumparan primer dan sekunder,                          jadi dalam menguji ataupun memeriksa trafo sama halnya menguji putus tidaknya suatu                      penghantar, hal ini juga berlaku pada seluruh jenis komponen berupa lilitan seperti coil,                      spoel, induktor dan lain-lain.

                   Berikut cara menguji trafo
  1.  Putar skala multimeter pada posisi  Ohm meter x10
  2. Hubungkan probe pada kaki-kaki kumparan primer, pastikan jarum bergerak, jika tidak bergerak berarti putus
  3. Lakukan juga pada kumparan sekunder, pastikan jarum bergerak, jika tidak berarti putus.
  4. Hubungkan probe pada kumparan primer dan probe satunya pada kumparan sekunder, jika jarum tidak bergerak maka trafo dalam kondisi baik. Jika jarum bergerak trafo rusak.



Pada dasarnya dalam meguji dan memeriksa komponen elektronika sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu prinsip kerja dari komponen tersebut, sehingga akan lebih memudahkan dalam memeriksa rusak atau tidaknya suatu komponen. Dengan mengetahui prinsip kerja, pengujian komponen dapat dilakukan dengan hanya mengembangkan teknik dasar dalam pengujian. 

sekian postingan kali ini tentang menguji dan memeriksa komponen elektronika. semoga bermanfaat bagi kita semua.

11 comments:

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul " MENGUJI DAN MEMERIKSA KOMPONEN ELEKTRONIKA " .
    Saya juga mempunyai artikel yang sejenis dan mungkin anda minati. Anda dapat mengunjungi di Pusat Studi Elektronika by Universitas Gunadarma

    ReplyDelete
  2. Izin share dan tanya om, service komponen smart balance wheel yang ga bisa ngisi batery itu penyebabnya apa ya om, apakah ada komponen yang rusak?, soalnya arus listriknya short dan nyetrum seluruh panel pcb, apakah ada solusi om...makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan, ane belom pernah punya tu alat..hehe
      kalo ga bisa d charge , itu agan uda tau klo ada yang short. skrang pertanyaan ny apa penyebab shortnya.? hehe. xD
      pada dasarnya untuk memperbaiki suatu rangkaian, akan jadi lebih mudah kalau kita mngetahui prinsip kerja nya dulu. pada umumnya dalam reparasi suatu rangkain cek dlu bagian psu baru kalau dipastikan normal baru cek yang lainnya.
      maap g bisa bantu banyak, belom pernah punya dan bongkar smart balance. hehe

      Delete
  3. Very nice post and effort. Things are described beautifully. thanks for your post.

    ReplyDelete
  4. Terimakasih informasinya bagus dan bermanfaat,

    ReplyDelete
  5. om, klo benerin raket nyamuk gmn ya?

    ReplyDelete
  6. Mohon izin admin...kaki pada transistor apa harus nempel pada pcb...misalkan kaki yang tenga tidak di solder apa ada pengaruhnya maaf masih pemula ...dan mau belajar

    ReplyDelete
  7. thanks 4 yr post..very interisted

    ReplyDelete

LightBlog